kalian sering gak sih denger kata fomo atau justru kalian yang sedang fomo?, yuk sini" kita belajar bareng dan menceritakan tentang ke fomo an yang ada.........
kita sering sekali mendengarkan kata FOMO atau Fear Of Missing Out. yang berarti ungkapan seseorang terhadap perasaan nya takut ketinggalan sesuatu yang sedang dialami atau yang dilakukan oleh orang lain. contoh gampangnya ketika teman teman mu ikut apa yang mereka punya, lalu kamu juga mesti merasa ikut supaya tidak ketinggalan dengan teman teman mu. saya disini berpikir dan menganalisis yang sedang terjadi apakah sebenarnya fomo itu se penting itu kah pada generasi saya atau saya nya yang memang tidak memilih kecocokan pada perkembangan trend yang ada.
lalu saya menceritakan flashback ke bangku sekolah di masa smp dimana awal awal mengenal itu handpone saat itu dan dilingkungan saya ada juga memakai iphone XR kurang lebih saat itu lagi booming di lingkkungan saya, tetapii ada aplikasi trend yaitu TIKTOK dan aplikasi Like (kalau kurang tau bisa seacrh di mesin pencarian AI, atau Google dan play store/ app store gitu deh. lalu ketika pandemi saya menghhabiskan dirumah saya lebih sering scroll tiktok dan like karena masih booming tetapi, saat itu saya tidak buat konten hanya melihat sebagai user saja di beranda platform seperti fitur like, komen dan posting ulang.
namun di saat itu saya sadar teman teman saya sudah mulai untuk "mempercantik" di media sosial mereka seperti instagram contohnya saya saat itu kaget ketika sebelum pandemi orang orang di lingkungan sekolah menengah pertama itu belum ada hits atau trend seperti sekarang ini, apalagi jaman jaman BBM dan Facebook sekitar tahun 2016-2018 itu saya sudah tau sekiranya begitu.
ketika saat saya berada di jenjang bangku SMA saya saat di lingkungan teman teman itu memang sudah ada fassion instagram atau kurang lebih bahasa nya flexing begitu, kenapa saya bisa sejauh ini mengatakan karena "sebagian" besarnya begitu berdasarkan pengamatan saya, namun saat itu saya belum mengenal itu mungkin yang di posting cuma twibbon sekolah dan JJ atau bahasa awamnya itu foto yang diedit menjadi video ada gerakan animasi sesuai yang kita mau (kurang lebih begitu).
ketika saat memasuki kelas XII (12) di jenjang SMA saya mulai berpikir kenapa teman teman yang saya kenal itu punya seccont account atau 2 akun utama dan mengapa di first account atau akun utama mereka lebih ke self reward nya gitu atau bahasa anak kuliahnya personal branding gitu. tapi ada beberapa foto di instagram tapi lebih ke seperti gradution atau kelulusan nya gitu deh.
nah, mulai di jenjang perkuliahan (saat itu belum ospek/ belum ke pengenalan kampus jadi saya masih libur dan mempersiapkan semua nya) nah sambil belum ada perkuliahan saya pernah ketemu konten membahas kurang lebih seperti ini "instagram is scring now", "kenapa instagram menjadi ajang felxing dibanding aplikasi yang lain" dst saya mendengarkan saat itu dan rata rata dari mereka memang kebanyakan isinya flexing, dan juga kalau nge posting nya tidak sesuai apa yang di ajangkan saya merasakan kok saya merasa tertinggal dibanding mereka, jadi saya bingung dengan aplikasi nya, apakah saya nya yang tidak bisa ikut trend atau pengguna nya terlalu flexing atau memang dijadikan personal branding instagram.
makanya, saya pernah mencoba beberapa flatform lain seperti twitter (yang sekarang dikenal X), Facebook dan youtube dan pengguna di masing masing aplikasi itu jarang ada flexing nya, seperti X dipakai untuk baca twittet orang yang sedang hits, facebook itu lebih ke marketplace bagi anak muda terutama Gen Z yaa kalau sisanya mungkin orang tua juga memakai aplikasi itu, kalau youtube itu lebih ke edukasi.
nah pertanyaan pasti muncul di beberapa teman teman, tiktok kenapa gak dibahas? oke sebenarnya tiktok itu video pendek dan sesuai algoritma kita itu yang muncul diberanda jadi tiktok ada konten dewasa, flexing, edukasi, bahkan game pun ada sesuai algoritma yang kita pilih. (kalau politik semua ada di flatform masing masing yahh guys jadi ini gak perlu dibahas).
jadi, bukan berarti saya berhenti atau langsung delete aplikasi di instagram gakk kok.... mungkin update story dan postingan makin jarang karena banyak tuntutan yang ada (kecuali akun nya hilang atau ke hack). tetapi saya menjadi tau kalau saya bisa kok gak ikut suara anak muda ikut trend yang terlalu flexing bisa saya cegah. caranya?
1. saya melihat apakah kemampuan saya sudah cukup mengikuti trend dan hits atau tidak.
2. apakah saya menggunakan platform aplikasi itu untuk apa dan alasan nya apa.
3. kalau teman teman saya flexing apakah saya harus ikut atau tidak.
dst (kalau ini berdasarkan saya)
tapi saya meyakini orang orang yang tidak ikut trend bukan karena dia tidak bisa ikut trend ataupun tidak peduli dengan yang ada dilingkungan tetapi, dia bisa jadi memilih mana yang trend cocok digunakan dan sesuai dengan kemampuan yang ada.